Sabtu, 01 September 2012

asuhan keperawatan bayi baru lahir


A.  Latar Belakang
Suatu karakteristik neonatus yang penting adalah mestabilitas berbagai sistem pengaturan hormonal dan neurogenik. Keadaan ini sebagian disebabkan oleh perkembangan imatur organ-organ tubuh yang berbeda dan sebagian berdasarkan kenyataan bahwa sistem pengaturan belum selesai dengan cara hidup yang baru.
Salah satu penyebab morbiditas dan mortilitas bayi baru lahir adalah infeksi serta komplikasi hiportemi. Hiportemi ini dapat menimbulkan penyakit infeksi gagal ginjal serangan apnu yang mengakibatkan kematian.
Meskipun secara keseluruhan masalah perinatal masih tinggi lebih mengingatkan kepada kita betapa pentingnya perawatan sehingga dapat memperkecil angka kematian. Perwat dapat membantu mengajarkan kepada masyarakat mengenal betapa pentingnya memperoleh perawatan secara dini dan teratur selama kehamilan, persalinan dan kelahiran.

B. Tujuan
a. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penyusunan makalah.
b. Dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada bayi baru lahir.
c. Untuk mempelajari konsep dasar tentang bayi baru lahir.
d. Untuk menjelaskan pengkajian askep bayi baru lahir.

C.  Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi dan sebagai bahan bacaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang perawatan kebidanan.

BAB II
LANDASAN TEORI

KONSEP DASAR

Perawatan janin merupakan bagian perawatan maternal, karena janin melewati jalan lahir bagaimanapun bayi akan menjadi orang yang berdiri sendiri, membutuhkan perhatian dan supervisi individual.
Waktu kelahiaran sempurna adalah segera ketika bayi terpisah dari ibunya, tali pusat dan placenta tidak berhubungan dengan  bagian tubuh bayi sehingga posisinya tidak mempengaruhi waktu persalinan.

PENGERTIAN
Neonatus atau Bayi Baru Lahir (BBL) adalah bayi baru lahir dari usia 0-28 hari, lahir biasanya dengan usia gestasi 38 minggu sampai 42 minggu. 
Askep Neonatus atau  BBL : asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha spontan dengan sedikit bantuan aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi yang baru lahir.

PENANGANAN BAYI SEGERA SETELAH LAHIR
-          Secara cepat menilai pernapasannya letakkan bayi dengan handuk di atas perut ibu.
Kain bersih dan kering atau kasa lap darah atau lendir dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang. Periksa ulang pernapasan bayi.
Keringkan badan bayi dan cairan ketuban dengan handuk atau kain yang halus dan lembut . Bila bayi tersebut menangis atau bernapas biarkan bayi tersebut dengan ibunya.
-          Bila bayi tersebut tidak benapas 30 detik segera lakukan bantuan resusitasi.
-          Menilai apgar 1 menit pertama untuk menentukan ada tidaknya asfiksia.
-          Pertolongan tali pusat  klem dan potong tali pusat. Klemlah tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan kira-kira satu cm di antara klem-klem tersebut). Potonglah tali pusat di antara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda. Pertahankan kebersihan pada saat memotong  tali pusat. Ganti sarung tangan anda bila ternyata sudah kotor. Potonglah tali pusatnya dengan pisau atau gunting yang steril atau disinfeksi tingkat tinggi (DTT). Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan, lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.
-           Sambil menunggu penilaian apgar 5 menit berikut lakukan pemeriksaan ada tidaknya cacat bawaan atau trauma lahir.
-          Bila nilai apgar 5 menit sama atau lebih besar bayi dapat direncanakan untuk rawat gabung.
-          Bungkus bayi dengan kain termasuk kepalanya.







PENATALAKSANAAN BAYI BARU LAHIR
Pemeriksaan Fisik
Niai Apgar :
Tanda
0
1
2
Appereance Warna Kulit
Biru, Pucat
Badan Merah ,
Ekst. Biru
Semua Merah
Pulse Denyut Jantung
Tidak ada
< 100
> 100
Grimace refleks
Tidak ada
Sedikit gerakan mimik
Menangis kuat

Activity tonus otot
Lemas
Ada refleksi Ekstremitas
Gerakan aktif
Respiration effort usaha napas
Tidak ada
Lambat/ tidak teratur
Baik/ menangis

Penilaiannya :
v  Asfiksia berat (nilai apgar 0 – 3)
      Memerlukan resusitasi segera secara aktif, dan pemberian oksigen terkendali
v  Asfiksia ringan/ sedang ( nilai apgar 4 – 6 ).
Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi dapat bernafas normal kembali.
v  Bayi normal  (nilai apgar 7 – 10).
♦ Berat Lahir      :  2.500 – 4.000 gram
♦ Kepala             : - ukuran lingkar kepala 31 – 35 cm
                  - terdapat kaput suksedaneum
♦ Mata                : - tertutup rapat
- bila terbuka mungkin agak juling
♦ Hidung            :     batang hidung menonjol
♦ Mulut              : - refleks mengisap sudah baik
- memalingkan kepala jika pipi disentuh
♦ Leher               :  bayi tidak dapat mengangkat kepalanya
♦ Dada               :  -    dada bergerak simetris
-          bentuk
-          putting
-          bunyi nafas
-          bunyi jantung
♦ Perut                :  - ukuran lingkar perut lebih besar sedikit dari lingkar dada
- perut lembek dan bundar
♦ Pemeriksaan Refleks :
-          Refleks morro : bila posisi bayi dirubah secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras, maka bayi akan menarik kedua tangan dan kedua kaki mendekat ke tubuhnya serta ibu jari dan telunjuk akan membentuk huruf C kemudian kembali lagi seperti semula. Refleksinya berkurang usia 4 bulan dan menghilang pada usia 6 bulan.
-          Refleks rooting dan sucking : bila pipi dan sudut mulut bayi disentuh dengan ujung jari atau putting susu, bayi akan menoleh kearah sentuhan, lalu membuka mulut dan mulai mengisap. Refleks ini berkurang pada usia 6 bulan dan hilang pada usia 1 tahun.
-          Swallowing : beri cairan atau basahi lidah maka  bayi akan menelang sambil menghisap. Refleks ini selalu ada dan tidak hilang.
-          Stepping : bila bayi diberdirikan dengan bantuan dan telapak kakinya didatarkan maka secara otomatis bayi akan melangkah. Refleks ini hilang pada usia 1 sampai 2 bulan.
-          Palmar Graps : diletakkan jari pada telapak tangan bayi, maka bayi akan menggenggan dengan kuat. Refleks ini akan berkurang pada usia 4 bulan.
-          Babinski : Refleks babinski akan hilang pada usia 1 tahun.
  Alat Kelamin :  - pada bayi laki teraba buah zakar
- testis berada dalam skrotum
- penis berlubang
- pada bayi perempuan hymen sering tertutup
- uretra berlubang
- labia minor dan labia mayor
♦ Dubur               :    dubur berlubang
♦ Anggota Gerak : -    semua anggota gerak dapat bergerak bebas
-          gerakan normal
-          jumlah jari
♦ Kulit                :  -    verniks
-          warna
-          pembengkakan atau bercak-bercak hitam
-          tanda-tanda lahir
♦ Mekonium      :  keluar dalam 24 jam pertama. Hari I : bergumpal seperti   lendir kental keabu-abuan sepanjang 2-5 cm, frekuensi = 1-2 kali.

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
a.  Perawatan 1 jam Bayi Baru Lahir :
Memantau tanda vital bayi baru lahir dengan jantung, frekuensi pernapasan, suhu tubuh.
Melaksanakan rawat gabung
Mempertahankan suhu tubuh optimal (36-370 C)
Memberikan kolostrum dan ASI :
-    Menggunakan kedua payudara (kiri dan kanan) secara bergantian
-    ASI diberikan menurut kebutuhan bayi (ondemand)
-    Memeperhatikan ibu tentang keadaan umum bagi bayi lahir : kesadaran bayi, warna kulit dan tinja.
Mekonium :
-    Hari 1-3 : kental, hitam, melekar seperti : air frekuensi 4-5 kali.
-    Hari 3-5 : agak encer (seperti ingus) dengan sedikit makanan yang tidak dicerna, warna hijau-sawo matang frekuensi 1-6 kali.
-    Hari 4-5 : warna merah kuning seperti emas lemas seperti tepung (bila minum asi).
             b.  Perawatan setelah 24 jam
   ● lakukan perawatan tali pusat :
-    Pertahankan sisi tali pusat dalam keadaan terbuka gar terkena udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar;
-    Lipatlah popok di bawah sisa tali pusat;
-    Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air bersih, dan keringkan betu-betul.
● Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipulangkan ke rumah, berikan imunisasi – BCG, polio oral, dan hepatitis B.
● Ajarkan tanda-tanda bahaya bayi pada orang tua dan beritahu orang tua agar merujuk bayi segera untuk perawatan lebih lanjut, jika ditemui tanda-tanda tersebut.
● Ajarkan pada orang tua cara merawat bayi mereka dan perawatan harian untuk bayi baru lahir :
-    Beri ASI sesuai dengan kebutuhan  setiap 2-3 jam (paling sedikit setiap 4 jam), mulai dari hari pertama.
-    Pertahankan agar bayi selalu denga ibu.
-    Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering, dengan mengganti popok dan selimut sesuai dengan keperluan. Pastikan bayi tidak terlalu panas dan terlalu dingin (dapat menyebabkan dehidrasi. Ingat bahwa kemampuan pengaturan suhu bayi masih dalam perkembangan). Apa saja yang dimasukkan ke dalam mulut bayi harus bersih.
-    Jaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering.
-    Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi.
-    Awasi masalah dan kesulitan pada bayi dan minta bantuan jika perlu.
-    Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit / infeksi.
-    Ukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit atau menyusu kurang baik.
-    Berikan vitamin K
   Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir, lakukan hal-hal berikut :
-    semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selam tiga hari,
-    bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg I.M.

F. IDENTIFIKASI BAYI
Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pascapersalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus tetap di tempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
        Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas.
        Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum :
-          nama (bayi, ibunya),
-          tanggal lahir,
-          nomor bayi,
-          jenis kelamin,
-          unit.
        Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
        Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus dicetak di catatan yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekam medis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar