Sabtu, 01 September 2012

contoh kasus bayi baru lahir


PENGKAJIAN

BIODATA
Nama                         :  By. Ny. E
Nama Ibu                  :  Ny. E                         Nama Ayah : Tn. S
Jenis Kelamin            :  Laki-laki
Suku                          :  Bugis
Tgl. Lahir                   :  19 Agustus 2004
Waktu                        :  00.30 Wita
Apgar Skor                :  I Menit I : 7               V Menit II : 10
Waktu pemeriksaan   :  00.40 Wita
Usia gestasi               :  38 – 40  Minggu

PENGKAJIAN PER DIVISI
SIRKULASI
Nadi apical 120 x /mnt, tidak dilakukan pengukuran TD, bunyi jantung : lokasi di mediastimo dengan titik intensitas maksimal tepat di kiri dari midsternum pada ruang interkostal ketiga. Tidak ada murmur, tali pusat putih dan berpilin, mengandung 2 arteri 1 vena.
ELIMINASI
Saat dikaji, bayi belum berkemih
Makanan / cairan
BB :  2650 gr
PB : 47 cm
Turgor kulit elastis
NEUROSENSORI
Tonus otot : fleksi hipertonik dari semua ekstremitas, sadar dan aktif, belum ada refleks mengisap. Penampilan semetris tidak ada molding, edema, hematoma, menangis kuat, sehat nada sedang.




PERNAPASAN

Skor Apgar          :  1 menit I = 7.     5 menit II  = 10
Frek napas           :  40 x / menit, Bunyi napas bilateral
Menggunakan pernapasan thorako abdominal, lebih dominan abdomen
KEAMANAN
Tipe kelahiran      :  Spontan
Suhu rektal          :  37oC
Kulit lembab, warna kemerahan, terdapat banyak verniks kaseosa, lanugo (-) tidak, terdapat bercak mongolia
EKSTREMITAS
Kaki lengan kanan – kiri sama panjang, jumlah masing-masing 2
Jumlah jari tangan     =    5 kanan dan 5 jari kiri
Jumlah jari kaki         =    5 jari kanan dan 5 jari kiri
Sindaktilisme = (-)
SEKSUALITAS
Payudara = Bentuk simetris
Tidak ada pembesaran, skrotum (+), ada rugae, testis turun
Interaksi sosial
Ekspresi wajah ayah dan ibu dan sangat senang, terjadi kontak mata antara orang tua dan bayi, orang menyentuh, mencium bayi, ayah menggendong dan melafadskan Adzan di telinga bayinya.









ANALISA  DATA
No
Data
Etilogi
Masalah
1.












2.












3.

















4.












DS :




DO :







D0 :



DO :








DS :



DO :









DS :

DO :



















Bayi baru lahir

Adanya lendir / air ketuban
pada jalan nafas

Lendir / air ketuban menempel
pada jalan nafas
 

Ventilasi menurun

Risiko gangguan pertukaran
gas

Bayi baru lahir

Kehidupan bayi didunia luar

Permukaan tubuh luas, keterbatasan jumlah lemak subkutan

Suhu lingkungan yang berubah-ubah

Risiko terhadap perubahan suhu tubuh (Hypotermi)

Bayi baru lahir

Pemotongan/luka tali pusat

Terjadi penyusutan tali pusat

Perubahan fiksasi pada tali pusat

Risiko terjadi pendarahan tali pusat









Bayi baru lahir

Pemotongan/luka tali pusat)

Intervensi pada bayi yang tak steril


 
Perawatan tali pusat tidak efektif
 

Kehidupan bayi didunia luar

Kontak dengan berbagai organisme

Daya tahan tubuh masih  rentan

Proses penularan silang dari Host

Risiko Infeksi
Risiko tinggi gangguan pertukaran gas











Risiko terhadap perubahan suhu tubuh (Hypotermi)










Risiko terjadi perdarahan tali pusat
















Risiko Infeksi

































 




1.          
1.       melindungi pasien dari sumber-sumber infeksi
2.       meminimalkan pasien dari sumber infeksi yang akan memperberat proses penyakit
3.       Membantu menjauhkan pasien dari pertumbuhan sumber infeksi
4.       salah satu indicator dari terjadinya proses infeksi
5.       pengenalan dini dan intervensi segera dapat mencegah progresi pda situasi/sepsis yang lebih serius

6.       Membatasi terjadinya keletihan

7.       Terjadinya stomatitis meningkatkan resiko terhadap infeksi/pertumbuhan sekunder
8.       Menurunkan risiko kontaminasi, membatasi port d entry terhadap agen infeksius


9.       Digunakan dalam mengidentifikasi infeksi dan diberikan secara profilaktik pada pasien kemotherapi
10.     Mengidentifikasi organisme penyebab dan terapi yang tepat
11.     Aktivitas sum-sum tulang dapat dihambat oleh efek samping kemotherapi, status penyakit.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar