Jumat, 24 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMSI RINGAN


LAPORAN PENDA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK MALIGNA


TOPIK : ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMSI RINGAN.

Preeklamsi ringan adalah : sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil yang terdiri dari dari hipertensi, edema dan proteinuria, tetapi tidak menunjukan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya, terjadi setelah kehamilan 20 minggu atau lebih.

Kehamilan


Preeklamsi





 


Protein Urine
(0,3 gr/lt atau secara kwalitatif (++)        Edema pada pre tibia, dinding perut, lumbosakral, wajah dan tangan
Kenaikan Tekanan Darah
v  Sistole : _≥ 30 mmHg.
v  Diastole :≥ 15 mmHg.
Atau  Sistole ≥ 140 (< 160).
          Diastole ≥90 (< 110).
Kegagalan organ :
Jantung, paru-paru,
Hepar, ginjal, anak ginjal, dan otak.



 
Ibu                                                                                                Janin

Kejang                                                                                           IUFD
                                              IUGR
                                                         Prematuritas
                                                        Gawat Janin



DIAGNOSA KEPERAWATAN

  1. Resiko tinggi terjadi kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah).
  2. Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta.
  3. Resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.

Intervensi Keperawatan.

Diagnosa Keperawatan 1 : Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ.
Tujuan             : Tidak terjadi kejang pada ibu.
Kriteria  Hasil  : 
-          Kesadaran kompos mentis.
-          Tekanan darah : < 140/90 mmHg.

Intervensi :
  1. Mengukur tekanan darah.
R/ Untuk mengetahui peningkatan tekanan darah.
  1. Catat tingkat kesadaran.
R/ Penurunan kesadaran merupakan indikasi penurunan aliran darah otak.
  1. Kaji tanda-tanda eklamsia (hiperaktif, reflek patela dalam, penurunan nadi dan respirasi, nyeri epigastrium dan oliguria ).
R/ Untuk dapat mengetahui tindakan persalinan yang dapat dianjurkan kepada klien.
  1. Anjurkan kepada klien untuk membatasi cairan dan diet rendah garam.
R/ Untuk tidak menambah beban jantung  dan juga mengurangi udema.
  1. Anjurkan kepada klien untuk banyak istirahat dan tidur miring kekiri.
R/ Untuk mengurangi kerja jantung dan untuk menjaga kesejahteraan janin.


Diagnosa keperawatan 2 : Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan perawatan tidak terjadi foetal distress pada janin
Kriteria Hasil :
-          DJJ ( + ) : 12-12-12
-          Hasil NST : normal
-          Hasil USG ; normal
Rencana Intervensi :
  1. Monitor DJJ sesuai indikasi
R/. Peningkatan DJJ sebagai indikasi terjadinya hipoxia, prematur dan solusio plasenta
  1. Kaji tentang pertumbuhan janin
R/. Penurunan fungsi plasenta mungkin diakibatkan karena hipertensi sehingga timbul IUGR
  1. Jelaskan adanya tanda-tanda solutio plasenta ( nyeri perut,  perdarahan, rahim tegang, aktifitas janin turun )
R/. Ibu dapat mengetahui tanda dan gejala solutio plasenta dan tahu akibat hipoxia bagi janin
  1. Kaji respon janin pada ibu yang terapi anti hipertensi dan atau penenang.
R/. Reaksi terapi dapat menurunkan pernafasan janin dan fungsi jantung serta aktifitas janin
  1. Kolaborasi dengan medis dalam pemeriksaan USG dan NST
R/. USG dan NST untuk mengetahui keadaan/kesejahteraan janin



Diagnosa Keperawatan 3 :  Resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. 

Tujuan   : Tidak terjadi ganguan dalam pemenuhan nutrisi.
Kriteria Hasil  : Berat badan meningkat, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kehamilan, tidak terjadi anemia. 
Rencana Intervensi
1.      Penjelasan tentang kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil.
R/ Agar klien mengetahui kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.
2.      Penjelasan tentang pentingnya gizi bagi ibu hamil.
R/ Agar klien lebih dapat bekerja sama terhadap tindakan yang akan dilaksanakan.
3.      Penjelasan tentang akibat dari kekurangan gizi.
R./ Untuk mencegah terjadinya kekurangan zat gizi yang akan menimbulkan akibat yang merugikan.
4.      Evaluasi status gizi klien.
R./ Untuk mengetahui  keadaan gizi klien saat ini dan untuk kontrol selanjutnya.

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS
                                                Klien                                                   Suami
Nama               :                       Ny S    Reg. 10210373                       : M
Umur               :                       38 th                                                    : 42 th
Suku bangsa    :                       Jawa                                                    : Jawa
Agama             :                       Islam                                                   : Islam
Pendidikan      :                       SD                                                       : SD
Pekerjaan         :                       Dagang                                                : Dagang
Alamat                        :                       Jl. Temporejo 50 Sby                          : Jl. Temporejo 50Sby
St. Kawin        :                       21 th                                                    : 21 th 

B. RIWAYAT KEPERAWATAN
a.         Keluhan utama : Terlambat haid sejak tanggal 22/1/2002 dan gerakan anak masih aktif, kepala pusing , kaki bengkak serta diajurkan oleh bidan untuk kontrol di RSUD Dr. Sutomo oleh bidan yang merawat karena tensi tinggi.
b.         Persepsi ibu terhadap kehamilan : pada bulan pertama kehamilan klien menolak hamil karena masih ingin bekerja, karenanya saat itu klien sempat minum obat dan jamu peluntur kehamilan, sebanyak 4 kali, tetapi tidak berhasil, sehingga klien dan keluarga melanjutkan kehamilannya. Sekarang klien dan keluarga sudah tidak punya masalah  lagi dengan kandungannya dan sudah siap menjadi ibu.
c.         Pengaruh kehamilan terhadap perubahan kehidupan : sejak hamil klien tidak bisa bekerja di warungnya lagi, sehingga hanya bisa tinggal dirumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
d.        Harapan selama kehamilan dan persalinan : Klien berharap kandungannya tidak bermasalah dan bayinya bisa lahir dengan selamat.
e.         Klien tinggal : klien tinggal dengan suaminya.di rumah tinggal milik ibunya.
f.          Orang yang paling penting : menurut klien orang yang paling penting dan paling dekat adalah suaminya.
g.         Sikap keluarga dengan keadaan sekarang : keluarga menerima dan mau menjaga klien.
h.         Persiapan mental terhadap kehamilan dan menjadi ibu : klien mengatakan sudah siap menjadi ibu.


  1. Riwayat Obstetri
Klien menarche umur 14 tahun, dengan siklus teratur setiap bulan, banyaknya sedang dengan lama haid 5 hari. Klien sering mengeluh dismenore menjelang haid. HPHT tanggal  22 Januari 2002. Klien merupakan ibu grande multi para dengan umur 38 tahun. Keluarga ada yang menderita hipertensi tetapi tidak ada anggota keluarga yang mengalami kehamilan kembar, maupun memiliki penyakit keturunan maupun menular seperti jantung, DM, Hepatitis.

  1. Kehamilan Sekarang
Diagnose : G V P 4 - 4, dengan kehamilan 39 – 40 minggu dengan Preeklamsi Ringan. Imunisasi TT 1 dan TT2 sudah diperoleh dipuskesmas. Pemeriksaan kehamilan sudah dilakukan sebanyak 4 X di bidan. Kehamilan ini sebelumnya tidak dikehendaki oleh klien karena belum siap dan masih ingin bekerja, sehingga pada saat terlambat 1 bulan kklien berusaha menggugurkan kandungannya dengan minum jamu peluntur, tetapi tidak berhasil. Pada umur kehamilan 2 sampai dengan 4 bulan klien mengalami mual dan muntah yang sangat keras, sehingga badannya menjadi sangat kurus (penurunan BB lupa). Sejak umu kehamilan 7 bulan klien sering mengeluh kepala pusing dan mata seperti gelap sehingga tidak bisa beraktivitas. Hingga kini pusing kadang dan pandangan gelap kadang kadang sering muncul (setiap 2 minggu). Klien juga pernah mengalami flek merah kehitaman pada vaginanya pada umur kehamilan 7 bulan selama 2 minggu, tetapi tidak diperiksakan. Selama hamil ini, klien hanya minum obat yang diberikan oleh bidan berupa vitamin dan obat penambah darah. Selain itu klien juga teratur minum jamu kunir setiap minggu. Klien mengatakan gerakan janin mulai dirasakan sejak umur kehamilan 4 bulan dan sekarang gerakan janin sangat aktif.  Klien berencana akan merawat bayinya sendiri.  Samapi saat klien sudah  tahu cara perawatan payudara dan perawatan perinium. Pengetahuan tentang gizi dan nutrisi baik yang ditandai dengan klien tahun jenis makanan yang mengandung gizi. Klien tidak pernah mengikuti senam hamil. Klien menggunakan alat kontrasepsi pil. Sampai saat  ini perut klien sering kenceng-kenceng. Kencengnya kadang-kadang. Klien mengalami keputihan sejak kehamilan 1 bulan hingga  sekarang, tetapi hanya sedikit dan tidak bau.


KEBUTUHAN DASAR KHUSUS DAN PEMERIKSAAN FISIK
a.       Kebiasaaan makan : klien makan 2 kali sehari pagi dan sore. Kebiasaan ini dilakukan sejak kecil hingga sekarang. Jumlah sekali makan 1 piring dengan lauk ikan, telur, tahu, tempe serta sayur. Jarang makan daging. Nafsu makan baik. Keluhan menelan tidak ada. Tidak memiliki makanan pantangan. Minum 8 gelas ( @ 200 cc) sehari berupa air putih dan teh.
b.      Eliminasi : Bab 1 kali sehari, lembek dan warna kuning. Bak 6 kali  sehari warna kuning jernih.  Tidak ada keluhan yang berhubungan dengan bak.
c.       Pola Hygiene : klien mandi 2 kali sehari dengan air sumur  dan memakai sabun. Menggosok gigi 2 kai sehari dengan pasta gigi. Mencuci rambut dengan sampo 2 hari sekali.
d.      Pola istirahat dan tidur: Klien biasa tidu malam jam 21.00 dan bangun pk. 05.00. Sebelum tidur klien biasa  nonton TV. Tidak ada keluhan yang berhubungan dengan tidur.
e.       Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan : klien tidak merokok, tidak minum minuman keras, maupun ketergantungan obat.
f.       Pemeriksaan Fisik
1)                                                                  Penglihatan dan pengideraan :
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, gerakan mata  normal, pergerakan bola mata normal, konjunctiva merah muda, kornea normal, sklera normal. Telinga normal. Kebersihan telinga baik.

2)                                                                  Sistem pernafasan :
Jalan nafas bersih, sekret tidak ada,  nafas normal Wh -/-, Rh -/-,  RR : 18 X/mnt, tidak ada sesak nafas dan penggunaan otot bantu pernafasan.

3)      Kardiovaskuler :
N : 80 X/mnt teratur, Tensi : 130/90 mm Hg.

4)      Sistem Pencernaan
Terdapat caries pada geraham terakhir kanan dan kiri, moniliasis (-), peristaltik normal,  nyeri abdomen (-), nyeri pada lambung (-), konstipasi (-).  Hemoroid (-).

5)      Sistem integumen :
Odem pada pretibia kanan/kiri, warna kulit hitam, bersih, dan tidak tampak adanya infeksi pada kulit. Linea alba (+), Striae albican (+), luka bekas operasi (-),

6)      6) Sistem muskuloskeletal
Tidak ada kekakuan sendi, rasa kesemutan pada jari-jari kedua tangan. Panggul luar 31 cm, dan panngul dalam promontorium tidak teraba.

7)      Dada dan Axilla :
Mamae mebesar dan sudah mengeluarkan kholestrum, areola mama lembut, papila mamae menonjol

8)      Sistem Urogenital
Tidak ada kelainan tentang anatomi dan fisiologi traktis urinarius. Bak lancar 7 kai sehari warna kuning jernih.

9)      Pemeriksaan fisik khusus
Leopold I : letak kepala, TFU : 31 cm, Leofold II : Punggung kanan, Leopold III : sudah mulai masuk Pap. TBJ : 3100, kontraksi : (+) sedang setiap 6 jam. DJJ : 12:12 :12, TB : 161 cm, BB : 56 kg. Reflek patela normal.

10)  Psikososial
Keluarga klien  tidak mengerti kenapa dia disuruh kontrol di RSUD Dr. Soetomo. Klien bertanya bagaimana kehamilan saya ini, apakah saya harus ngamar di RS. Penghasilan keluarga klien Rp. 300.000,- / bulan.  Setiap masalah diputuskan oleh ibunya.

B.     Data Penunjang:
- HB : 11 gr %      - Albumin (-)             - Reduksi (-)

ANALISA DATA

DATA
ETIOLOGI
MASALAH
Data :
S : Mengeluh nyeri kepala dan mata terasa gelap sejak umur kehamilan 7 bulan dan sekarang masih kadang-kadang,, mual dan kadang muntah. Kedua kaki bengkak,  amenore tanggal 22/1/2002 (UK: 39-40 mg), kehamilan yang kelima.
O : GV P4 - 4, kehamilan 39-40 mg, Perkiraan partus :29 - 10 - 2002, T : 130/90 m mHg, Odem pada kedua ektremitas, TFU : 31 cm, PBJ : 3100 gr, letak kepala, punggung kanan, sudah mulai masuk PAP, Ukuran panggu luar 31 cm, promontorium tidak teraba. Hb : 11 gr %, Albumin (-),  Reduksi urine (-)


Autoimun, Primigravida, Genetik, Toksemia

Preeklamsi

Eklamsi

    Gawat janin

    Prematuritas

    IUGR
   
    Ematian rahim dalam janin

Resiko tinggil terjadi kejang

Resiko tinggi terjadi gawat janin.
S : Klien sebelumnya kontrol dibidan, kemudian tiba-tiba disuruh  kontrol ke RSUD Dr Soetomo. Kien tidak tahu kenapa dia  disuruh berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Apakah saya harus nagamar  di Rumah Sakit. Penghasilan keluarga perbulan 300000,-.Kien lebih dekat dengan suami.
O : Klien tampak bingung dan minta pertimbangan kepada suaminyanya.

Kurangnya informsi

Kurangnya pengetahun

F. DIAGNOSE KEPERAWATAN

  1. Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah).
  2. Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta
  3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang kondisi, penanganan dan prognose dari kehamilan klien.

RENCANA  KEPERAWATAN

Hari/
Tgl
/Jam
Diagnose
Tujuan
Rencana Tindakan
Rasioanal
Rabu
16/10/02
Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah).
Setelah dilakukan tindakan perawatan selama 15 menit keluarga dan klien tahu tanda-tanda kejang dan cara mencegah serta mengambil tindakan jika terjadi kejang pada ibu

Kriteria Hasil :
- Klien mampu menyebutkan tanda-tanda terjadinya eklamsi

- Klien tahu cara mengambil keputusan dalam meminta pertolongan jika terjadi eklamsi.

- Berikan penjelasan tanda-tanda  eklamsi seperti kepala pusing, mata kabur, kandungan
 kenceng-kenceng, perut agak perih, kekauan pada seluruh bagian tubuh

- Anjurkan agar ibu dan klien waspada dengan perubahan kondisi anaknya.


- Anjurkan agar ibu segera mengajak anaknya ke IRD jika ditemukan kondisi seperti diatas.

- Anjurkan klien lebih banyak istirahat dan mengurangi olah-raga.


- Anjurkan kien lebih banyak tidur miring ke-kiri.




-Kolaborasi pem-berian tablet roborantia
Vit C 2 X 1 tab
Vit B : 2 X 1 tab
- Agar kien dan kelurga setelah pulang bisa lebih waspada terhadap timbulnya eklamsi.




- Perubahan yang mengancam seperti tanda –tanda kejang harus diperhatikan agar tidak terjadi kondisi yang lebih gawat.

- Sangat riskan jika kien dilahirkan di bidan atau klinik lain yang tidak tahu  riwayat dan status kehamilan klien.

- Mengurangi akti-vitas akan mengu-rangi kontraksi, yang sekaligus dapat mencegah hipertensi.

- mencegah penekanan pada vena pada cavum abdomen serta vena cava inferior sehingga arus balik lancar yang  berdampak pada penurunan tensi.

- Vit C sebagai bahan pembentuk kolagen dan mempertinggi daya tahan tubuh.

Vit B terutama B 12 sebagai katalisator dalam metabolisme pembentukan sel darah merah.
Rabu
16/10/02
Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta

Setelah diberikan penjelasan selama 10 menit keluarga dan klien tahu :
- Cara memonitor kesejahteraan bayi
- Akibat kejang  pada Ibu terhadap bayi.
- Kesejahteraan ba-yi termonitor.

- Anjurkan klien memonitor gerakan janinnya setiap saat

- He tanda-tanda distres janin seperti gerakan bayi lemah dan jarang, perut terasa sakit.


- Kolaborasi USG dan NST.

- Antisipasi terja-dinya IUFD.


- Bayi lemah akibat hipoksia sebagai dampak  dari kontriksi akibat kejang dapat menimbulkan  fetal distress .

- Untuk mengetahui secara pasti kesejahteraan janin.

Rabu
16/10/02
Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan  kurangnya informasi tentang kondisi, penanganan dan prognose dari kehamilan klien.

Setelah diberikan penjelasan 10 menit klien dan keluarga tahu kehamilannya, penanganan serta prognosenya.
- Jelaskan tentang keadaan kehamilan dan kondisi klien saat ini sehingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo oleh bidan.

- Anjurkan untuk kontro lselanjutnya tetap dilakukan di RSUD Dr. Soetomo.


- Anjurkan agar jika mulai ada tanda-tanda perut kenceng, sakit dan mengeluarkan lendir dari vagina untuk segera ke RSUD Dr. Soetomo dan jangan melahirkan di bidan.

- Beri dukungan morak kepada klien dan keluarga.
- Agar klien  bisa mempertimbangkan dalam mengambil keputusan untuk perawatan klien selanjutnya.

- Mencegah misiterpretasi hasil pemeriksaan yang berakibat mebahayakan keselamatan ibu dan janin.

- Agar keluarga dan klien dapat mengantisipasi dan mengambil tindakan jika setelah dirumah muncul gejala-gejala infartu atau kegawatan.


- Untuk meningkatkan rasa percaya diri kien dan keluarga.


TINDAKAN KEPERAWATAN

DX
HARI
TGL
JAM
TINDAKAN
EVALUASI
1
Rabu
16/10/02
Pk. 09.00
- Memberikan penjelasan tanda-tanda  eklamsi seperti kepala pusing, mata kabur, kandungan
 kenceng-kenceng, perut agak perih, kekauan pada seluruh bagian tubuh

- Menganjurkan agar ibu dan klien waspada dengan perubahan kondisi anaknya.

-Menganjurkan agar ibu segera mengajak anaknya ke IRD jika ditemukan kondisi seperti diatas.

-Menganjurkan klien lebih banyak istirahat dan mengurangi olah-raga.

-Menganjurkan kien lebih banyak tidur miring ke-kiri.


-Kolaborasi pemberian resep  roborantia
 Vit C 2 X 1 tab
 Vit B : 2 X 1 tab
- Klien paham dan berjanji memper-hatikan

- Suami mengerti 

- Suami dan klien bersedia


- Klien mengerti dan bersedia

- Klien  menanyakan kenapa harus menghadap ke kiri.

Resep sudah diberikan dan mempersilahkan mebeli obat ditempat yang disukainya.

2
Rabu
16/10/02
Pk. 09.15
- Menganjurkan klien memonitor gerakan janinnya setiap saat

- He tanda-tanda distres janin seperti gerakan bayi lemah dan jarang, perut terasa sakit.



- Kolaborasi USG dan NST.

- Klien  bersedia

- Klien mampu menyebutkan  2 tanda distres yaitu perut sakit dan bayi gerakannya lemah.

- Kontrol minggu depan
3
Rabu
16/10/02
Pk. 09.30
-Menjelaskan tentang keadaan kehamilan dan kondisi klien saat ini sehingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo oleh bidan.

-Menganjurkan untuk kontrol selanjutnya tetap dilakukan di RSUD Dr. Soetomo.

-Menganjurkan agar jika mulai ada tanda-tanda perut kenceng, sakit dan mengeluarkan lendir dari vagina untuk segera ke RSUD Dr. Soetomo dan jangan melahirkan di bidan.

-Memberi dukungan moral kepada klien dan keluarga.
- Kien paham dan menjadi lebih mengerti

- Klien bersedia

- Klien dan keluarga paham dan bersedia

- Klien lebih semangat dan mukanya berseri.


Sumber Pustaka

Klein. S (1997), A Book Midwives; The Hesperien  Foundation, Berkeley, CA.

Lowdermilk. Perry. Bobak (1995),  Maternity Nuring ,  Fifth Edition, Mosby Year Book, Philadelpia.

RSUD Dr. Soetomo........., Protap Perawatan Ibu Hamil,  Poli Hamil, RSUD  Dr. Soetomo, Surabaya.

RSUD Dr. Soetomo (2001), Perawatan Kegawat daruratan Pada Ibu Hamil, FK. UNAIR, Surabaya

Tabrani Rab (1998), Agenda Gawat Darurat, Alumni, Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar