Jumat, 24 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN Intra Natal Care


Intra Natal Care

A.    PENGERTIAN
Intranatal / Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina keduni luar.
Persalinan normal adalah suatu proses dimana janin cukup bulan,dengan presentasi belakang kepala, masuk melalui jalan lahir sesuai dengan kurva partopgraf normal dan lahir secara spontan.
Bentuk persalinan :
§  Persalinan spontan      : persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri melalui jalan lahir
§  Persalinan buatan        : persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan forcep atau tindakan operasi
§  Persalinan anjuran       : persalinan terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup diluar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan  dalam persalinan dengan pemberian proyein atau prostatglandin (sulaiman sastrawinata, 1993)

B.     SEBAB-SEBAB TERJADINYA PERSALINAN
Pada akhir kehamilan, uterus secara progresif lebih peka sapaio akhirnya mulai berkontraksi kuat secara ritmik dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga bayi dilahirkan.
Penyebab peningkatan aktivitas uterus yang sebenarnya tidak diketahui, tetapi sedikitnya ada 2 kategori pengaruh utama yang menyebabkan timbulnya puncak kontraksi yang berperan dalam persalinan :

1.      Faktor Hormonal Yang Menyebabkan Peningkatan Kontraksi Uterus
a.       Rasio Estrogen Terhadap Progesteron
Progesteron menghambat kontraksi uterus selama kehamilan, sedangkan estrogen cenderung  meningkatkan derajat kontraktilitas uterus, sedikitnya terjadi karena estrogen meningkatkan jumlah gap jungtion antara sel-sel otot polos uterus yang berdekatan.
Baik estrogen maupun progesteron disekresikan dalam jumlah yang secara progresif  makin bertambah selama kehamilan, tetapi mulai kehamilan bulan ke-7 dan seterusnya sekresi estrogen terus meningkat sedangkan sekresi progesteron tetap konstan atau mungkin sedikit menurun. Oleh karena itu diduga bahwa rasio estrogen terhadap progesteron cukup meningkat menjelang akhir kehamilan, sehingga paling tidak berperan sebagian dalam peningkatan kontraksi uterus.

b.      Pengaruh oksitosin pada uterus
Oksitosin merupakan suatu hormon yang disekresikan oleh neurohipofise yang secara khusus menyebabkan kontraksi uterus. 3 alasan peranan oksitosin :
1)      Otot uterus meningkatkan jumlah reseptor-reseptor oksitoksin, oleh karena itu meningkatkan   responnya terhadap dosis oksitosin yang  diberikan selama beberapa bulan terakhir kehamilan.
2)      Kecepatan sekresi oksitosin oleh neurohipofise sangat meningkat pada saat persalinan.
3)      Iritasi oleh regangan pada serviks uteri, dapat menyebabkan kelenjar hipofise posterior meningkatkan sekresi oksitosinnya.

c.       Pengaruh Hormon Fetus Pada Uterus
Kelenjar hipopisis fetus juga mensekresikan oksitoksin yang jumlahnya semakin meningkat, dan kelenjar adrenalnya mensekresikan sejumlah besar kortisol yang merupakan suatu stimulan uterus. Selain itu, membran fetus melepaskan prostagladin dalam kosentrasi tinggi pada saat persalinan. Prostagladin meningkatkan intensitas kontraksi uterus.




2.      Faktor Mekanis Yang Meningkatkan Kontraktilitas Uterus
a.       Regangan otot-otot uterus
Regangan sederhana otot-otot polos meningkatkan kontraktilitas otot-otot tersebut. Selanjutnya regangan intermitten seperti yang terjadi berulang-ulang pada uterus karena pergerakan fetus juga meningkatkan kontraksi otot polos.
b.      Regangan atau iritasi serviks
Regangan atau iritasi saraf  pada serviks mengawali timbulnya refleks pada korpus uteri, tetapi efek ini juga secara sederhana dapat terjadi akibat transmisi iogenik sinyal-sinyal dari serviks ke korpus uterus.

C.    TANDA-TANDA  PERMULAAN PERSALINAN
  1. Kepala turun mamasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida
  2. Perut kelihatan lebih melebar fundus uteri turun
  3. Perasaan sering atau susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin
  4. Perasaan sakit diperut dan dipinggang oleh adanya kontraksi
  5. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur  darah (bloody show)

D.    TANDA –TANDA INPARTU
  1. rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, dan teratur
  2. keluar lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan kecil pada serviks
  3. kadang-kadang ketuban peceh sendirinya
  4. pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada

E.     FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN DALAM PERSALINAN
  1. Power (kekuatan mendorong janin keluar)
§  His
§  Kontraksi otot
§  Kontraksi diagfragma pelvis
§  Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
  1. Passenger (janin dan plasenta)
  2. Passage (jalan lahir)
  3. Posisi : posisi ibu
  4. Psikologi ibu
  5. Penolong

F.     TAHAP - TAHAP PERSALINAN
1.      Kala I (kala pembukaan)
Tanda dan gejala :
§  His sudah Adekuat
§  Penipisan dan pembukaan serviks sekurang – kurangnya 3 cm
§  Keluar cairan dari vagina dalam bentuk lendir bercampur darah

His dianggap Adekuat bila :
·         His bersifat teratur, minimal 2x tiap 10 menit dan berlangsung sedikitnya 40 detik
·         Uterus mengeras pada waktu kontraksi, sehingga tidak didapatkan cekungan lagi bila dilakukan penekanan diujung jari
·         Serviks membuka.

Proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase :
1)      Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lembut sampai mencapai ukuran diameter 3 cm.

2)      Fase aktif : dibagi dalam 3 fase lagi, yakni :
a)      Fase akselerasi : dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm
b)      Fase dilaktasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan brlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.
c)      Fase diselarasi : pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap ( 10 cm )
Fase – fase tersebut dijumpai pada primigavida. Pada multigrafida pun terjadi demikian, akan tetapi fase laten, aktif, dan diselerasi terjadi lebih pendek.
Pemeriksaan dalam
1.      perabaan serviks
§  lunak dan pendataran serviks
§  masih tebal atau tipis
§  pembukaan dan arah serviks
2.      ketuban
§  sudah pecah atau belum
§  pembukaan hampit lengkap : pecahkan ketuban
3.      bagian terendah dan posisinya
§  leopold 3 dan 4
§  kepala : keras, bulat teraba sutura
§  letak kepala : penurunan kadar bidang  hodge, ada caput succadeneum atau tidak, berapa besarnya
§  bokong dikenal : lunak, deminatornya tulang sacrum
4.      sifat flour albus
5.      keadaan patologis : tumor, kekakuan serviks, halangan penurunan bagian terendah

Pemeriksaan dalam idealnya dilakukan minimal 4 jam sekali

Bidang Hodge : untuk menentukan sampai dimanakah bagian terendah janin turun dalam panggul
H I       : bidang hodge yang sudah dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian    atas simfisis dan promontorium
H II     : sejajar dengan hodge I, setinggi bagian bawah simfisis
H III    : sejajar hodge I, II, setinggi spina ischiadica kiri dan kanan
H IV    : sejajar bidang hodge I,II,III setinggi os coccigeus  



2.      Kala II
Persalinan kala II dimilai ketika pembukaan lengkap dan berakhir dengan lahirnya seluruh janin
Tanda dan gejala :
§  Ibu ingin meneran
§  Perineum menonjol
§  Vulva dan anus membuka
§  Meningkatnya pengeluaran darah dan lendir
§  Kepala telah turun didasar panggul

Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2-3 menit sekali, kepala janin biasanya sudah masuk diruang panggul, maka pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul, yang secara reflektoris menimbulkan  rasa meneran. Pada primigravida kala II berlangsung rata-rata 45 –60 menit, dan multipara 15-30 menit.

3.      Kala III (kala uri)
a.       Persalinan kala III dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta.
b.      Kontraksi dengan amplitudo sama dengan kala I dan II
c.       Terjadi penciutan permukaan kavum uteri (tempat implantasi plasenta)

Pelepasan plasenta
a.       Menurut Matthew Duncan           : dimulai dari pinggir plasenta (margina)
b.      Menurut Schutze                           : dimulai dari tengah
c.       Kombinasi keduanya

Cara Menguji
a.       Perasat Kustner
Tangan kanan : tali pusat, tangan kiri → fundus uteri taki pusat masuk kembali → belum lepas, tetap/tidak masuk → lepas

b.      Perasat Klein
Ibu dimnta mengedan → tali pusat turun kebawah, berhenti mengedan → tali pusat tetap → lepas tali pusat mesuk kembali → belum lepas
c.       Peerasat Strassinan
Tangan kanan → menarik sedikit tali pusat tangan kiri → mengetok-ngetok fundus uteri terasa getaran : belum lepas

Tanda pelepasan plasenta
a.       Perubahan entuk uterus dan TFU
Setelah bayi dilahirkan dan sebelum meomitrium menyesuaikan dengan perubahan ukuran rongga uterus, uterus berada dalam bentuk diskoid dan TFU berada dibawah umbilikus.
Setalah uterus berkontraksi dan plasenta didorong kebawah, bentuk uterus menjadi globular dan TFU menjadi diatas pusat ( sering kali mengarah kesisi kanan ). Biasanya plasenta lepas dalam 15 – 30 menit, dapat ditunggu sampai 1 jam.
b.      Tali pusat memanjang
Semburan darah yamg tiba – tiba yang diikuti dengan memanjangnya tali pusat keluar vagina menandakan kelepasan plasenta dari dinding uterus.
c.       Semburan darah tiba – tiba
Darah yang terkumpul dibelakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar bersama bantuan dari gravitasi. Semburan darah yang tiba – tiba menandakan bahwa kantung yang terjadi retroplasenta telah robek ketika plasenta memisah.

            Hal-Hal yang perlu diperhatikan
a.       Perdarahan
b.      Kelengkapan plasenta
c.       Ada tidaknya plasenta suksenturiata
d.      Kontraksi rahim, lakukan massage ringan pada korpus uteri
e.       Pengosongan kandung kemih >> mencegah atonia uteri
f.       Pemberian uterotunika bila perlu
g.      Observasi ruptur perineium atau luka episiotomi yang ada >> hecting

Tertinggalnya sebagian jaringan plasenta
a.       Perdarahan peurperium berkepanjangan
b.      Bahaya infeksi
c.       Polip plasenta
d.      Degenerasi gana >> kuriokarsinoma

4.      Kala IV
Kala IV adalah kala pemulihan masa yang kritis ibu dan anaknya, bukan hanya proses pemulihan secara fisisk setelah melahirkan tetapi juga mengawali hubungan yang baru selama satu sampai dua jam.  Pada kala IV ibu masih membutuhkan pengawasan yang intensive karena perdarahan dapat terjadi, misalnya karena atonia uteri, robekan pada serviks dan perineum. Rata-rata jumlah perdarahan normal adalah 100 – 300 cc, bila perdarahan diatas 500 cc maka dianggap patologi. Perlu diingat ibu tidak boleh ditinggalkan sendiri dan belum boleh dipindahkan ke kamarnya.

            Hal – hal yang harus diperhatikan
a.       Kontraksi uterus harus baik
b.      Tidak ada perdarahan pervagina atau alat genetalia lain
c.       Plasenta dan selaput ketuban harus telah lahir lengkap
d.      Kandung kemih harus kosong
e.       Luka perineum terawat baik, tidak ada hematoma
f.       Bayi dalam keadaan baik
g.      Ibu dalam keadaan baik






Penanganan Nyeri Pada persalinan

1.      Pengertian Nyeri
Merupakan suatu fenomena yang neurofisiologi yang bersifat subjektif dan merupakan pengalaman  pribadi

2.      Teknik Mengurang Rasa Nyeri
Pada saat yang tepat hasil konsepsi akan dikeluarkan dari uterus, hal ini akan menimbulkan adanya kontraksi uterus yang menimbulkan rasa sakit. Adapun yang menimbulkan sakit pada persalinan yaitu :
§  Emosi seperti takut dan utero servikal
§  Tarikan peritonium dan utero cervikal
§  Tekanan pada organ servikal
§  Hipoksia miometrium dan sekitarnya

Rasa sakit dapat mengakibatkan
§  Meningkatkan efektivitas saraf simpatis ditandai dengan : meningkatnya nadi, pernapasan, tekan darah dan tonus otot
§  Gerakan tubuh  seperti : mengepal, mencari peregangan
§  Ucapan verbal seperti : berteriak
§  Ekspresi wajah
§  Respon terhadap lingkungan menurun
§  Kebutuhan akan kontak fisik

3.      Metode Mengurangi Rasa Nyeri
Ada beberapa cara yang dilakukan dalam membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan yaitu :
§  Kenyamanan
Kenyamanan meliputi posisi dan pengelolaan selama sakit, posisi yang dianjurkan miring kekiri untuk mengurangi untuk mengurangi penekanan pada vena cava, kepala ditinggikan 45 derajat agar kerja jantung dan paru ringan. sedangkan pengelolaan selama rasa sakit adalah pengosongan kandung kemih, kebersihan, alat tenun bersih dan rapi.
§  Relaksasi
§  Distraksi / pengalihan perhatian
§  Mengurangi kecemasan dan ketakutan
§  Memanfaatkan orang terdekat






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar