Minggu, 12 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN EKSTRAKSI VAKUM


EKSTRAKSI  VAKUM

        Ekstraksi vakum adalah suatu tindakan bantuan persalinan di mana janin dilahirkan dengan mekstraksi menggunakan tekanan negatif dengan alat vakum (negative-pressure vacuum extractor) yang dipasang di kepalanya.

Pada ekstraksi vakum, keadaan fisiologis yang diharapkan adalah terbentuknya kaput suksadeneum pada kepala janin sebagai kompensasi akibat penghisapan / tekanan negatif.

Kemudian setelah kepala menempel pada mangkuk vakum, tarikan dilakukan dengan bantuan tenaga dari ibu (bersamaan dengan saat his / gerakan mengejan) mengandalkan penempelan kaput tersebut pada mangkuk vakum.

Indikasi :
§  Ibu : keadaan yang memerlukan pertolongan persalinan kala dua yang dipercepat, karena jika terlambat dapat membahayakan keadaan ibu dan / atau janin. Penyakit jantung kompensata, penyakit jantung fibrotik
§  Janin : adanya gawat janin
§  Waktu : persalinan kala lama

Kontraindikasi :
1. Disproporsi sefalopelfik.
2. Ruptura uteri membakat.
3. Keadaan ibu di mana ibu tidak boleh mengejan, misalnya penyakit jantung berat, preeklampsia berat, asma berat dan sebagainya.
4.   Janin : letak lintang, presentasi muka, presentasi bokong, preterm, kepala menyusul.

Syarat : (umumnya serupa dengan syarat ekstraksi cunam)
1. Janin aterm.
2. Janin harus dapat lahir pervaginam (tidak ada        disproporsi)
3.
Pembukaan serviks sudah lengkap (pada                 multigravida, dapat pada pembukaan minimal 7        cm).
4.
Kepala janin sudah engaged.
5. Selaput ketuban sudah pecah, atau jika belum,      dipecahkan.
6. tambahan, HARUS ada kontraksi uter
us (his) dan tenaga mengejan ibu.

Tanda prosedur ekstraksi vakum gagal :
1. Mangkuk vakum terlepas, mungkin akibat tekanan negatif yang kurang, atau peningkatan       tekanan negatif yang terlalu cepat sehingga pembentukan kaput suksadeneum tidak      sempurna, atau ada bagian jaringan ibu yang terjepit, atau ada kebocoran pada alat, atau               kemungkinan adanya disproporsi sefalopelvik yang tidak terdeteksi sebelumnya.
2. Setelah setengah jam diusahakan dilakukan traksi, bayi belum lahir, ekstraksi vakum dinyatakan           gagal.
Penyebab Kegagalan :
     Tenaga vacuum terlalu rendah, tenaga negative dibuat terlalu cepat, selaput ketuban melekat, bagian jalan lahir terjepit, koordinasi tangan kurang baik, traksi terlalu kuat, cacat alat, dan disproporsi sevalopelvik yang sebelumnya tidak diketahui.

Risiko komplikasi :
1. Risiko komplikasi ibu : perdarahan, robekan / trauma jalan lahir, fistula, infeksi.
2. Risiko komplikasi janin : ekskoriasi kulit kepala, sefalhematoma / subgaleal hematoma,            nekrosis kulit kepala


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar