Kamis, 02 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA CAPITIS


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TRAUMA CAPITIS


Pengertian

            Trauma capitis adalah merupakan cedera kepala berat, dimana otak mengalami memar, dengan kemungkinan adanya daerah hemoragi

Etiologi

Adanya benturan sesuatu benda  tumpul

Tanda dan gejala
  1. Denyut nadi lemah
  2. Pernafasan dangkal
  3. Kulit dingin dan pucat
  4. Defekasi dan berkeimih tanpa disadari
  5. Fungsi motorik abnormal misalnya gerakan mata
  6. Peningkatan TIK
  7. Sakit kepala
  8. Vertigo
  9. Gangguan fungsi mental
  10. Kejang

Pemeriksaan diagnostik / penunjang

  1. Scan CT (tanpa/ dengan kontras)
Mengidentifikasi adanya SOL, hemoragik, menentukan ukuran ventrikuler, pergeseran jaringan otak
  1. MRI (tanpa/ dengan menggunakan kontras)
  2. Angiografi serebral
Menunjukkan kelainan sirkulasi serebral, spt pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan, trauma
  1. EEG
Untuk memperlihatkan keberadaan atau berkembangnya gelombang patologis
  1. BAER (Brain Auditori Evoked Respons)
Menentukan fungsi korteks dan batang otak
  1. PET ( Positron Emission Tomografi )
Menunjukkan perubahan aktifitas metabolisme pada otak
  1. Fungsi lumbal,CSS
Mengetahui kemungkinan adanya perdarahan subarachnoid
  1. GDA ( Gas Darah Arteri )
Mengetahui masalah ventilasi atau oksigenisasi yang dapat menyebabkan TIK
  1. Kimia/ elektrolot darah
Mengetahui keseimbangan yang berperan dalam meningkatkan TIK/perubahan mental
  1. Pemeriksaan toksikologis
Mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran
  1. Kadar antikonvulsan darah
Mengetahui tingkat  terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang


Penatalaksanaan

  1. Tindakan terhadap peningkatan TIK
  2. Pasang traksi ringan pada kepala
  3. Dukungan ventilasi
  4. Pemeliharaan cairan dan elektrolit
  5. Keseimbanagan nutrisi
  6. Penggunaan steroid
  7. Pasang nasogastrik
  8. Klorpromazin
  9. Bedah neuro

 

RENCANA KEPERAWATAN

No
Diagnosa keperawatan
Tujuan/kriteria
    Rencana keperawatan
1
























2



























3
Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan aliran darah SOL (Hemoragi/ hematoma) ditandai dengan
DS :
-          Mengungkapkan kehilangan memori
DO :
-          Perubahan tingkat kesadaran
-          Perubahan respon motorik/sensorik
-          Perubahan tanda vital









Perubahan proses berfikir berhubungan dengan perubahan fisiologik ditandai dengan
DS :
-    Mengungkapkan sulit untuk mengenal waktu, tempat, orang, lingkungan dan kejadian

DO :
-     Perubahan lapang/ konsentrasi perhatian
-     Tidak mampu untuk membuat keputusan












Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ditandai dengan perubahan kemampuan untuk mencerna nutrien ditandai dengan
DS :
-          Klien mengungkapkan susah menelan
DO :
-          Kelemahan otot yang diperlukan untuk mengunyah


Adanya perbaikan tingkat kesadaran, kognisi, fungsi motorik/sensori dengan kriteria
-          Tidak ada tanda tanda peningkatan TIK
-          Tanda tanda vital dalam batas normal













Dapat mempertahankan orientasi mental dan realitas biasanya dengan kriteria
-          Mengenal perubahan prilaku


-          berpartisipasi dalam aturan terapeutik/penyerapan kognitif











Tidak mengalami tanda tanda malnutrisi dengan kriteria
-    Adanya pemeliharaan / kemajuan peningkatan berat badan sesuai tujuan

  1. Tentukan faktor faktor yang berhubungan dan menyebabkan koma/ penurunan perfusi jaringan otak dan potensial peningkatan TIK
  2. Pantau status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar (misalnya skala koma Glascow)
  3. Pantau TD
  4. Evaluasi keadaan pupil, catat ukuran, ketajaman, kesamaan antara kiri dan kanan dan reaksinya terhadap cahaya
  5. Catat ada/tidaknya refleks refleks tertentu seperti refleks menelan dll

  1. Kaji rentang perhatian dan catat tingkat ansietas klien
  2. Pertahanbkan bantuan yang konsisten oleh staf atau keberadaan staf sebanyak mungkin
  3. Usahakan untuk menghadirkan realitas secara konsisten dan jelas, hindari fikiran fikiran yang tidak masuk akal
  4. Jelaskan pentingnya melakukan pemeriksaan neurologis secara berulang dan teratur
  5. Kurangi stimulus yang merangsang, kritik yang negatif, argumentasi dan konfrontasi
  6. Dengarkan dengan perhatian yang diungkapkan klien


  1. Kaji kemampuan klien untuk mengunyah, menelan, batuk, dan mengatasi sekresi
  2. Auskultasi bising usus, catat adanya penurunan / hilangnya atau suara yang hiperaktif
  3. Timbang berat badan sesuai indikasi
  4. Berikan makanan dalam jumlah kecil dalam waktu yang sering diatur
  5. Kaji feses, cairan lambung, muintah darah dsb
  6. Jaga keamanan saat memberikan makan pada klien spt tinggikan kepala tempat tidur selama makan







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar