Rabu, 01 Agustus 2012

TUMOR ABDOMEN


TUMOR ABDOMEN

1. PENGERTIAN
Tumor abdomen merupakan massa yang padat dengan ketebalan  yang berbeda-beda, yang mungkin membungkus pembuluh darah besar dan ureter. Secara patologi kelainan ini mudah terkelupas dan dapat meluas ke retroperitonium, dapat terjadi obstruksi ureter atau vena kava inferior. Massa jaringan fibrosis mengelilingi dan menentukan struktur yang di bungkusnya tetapi tidak menginvasinya.
2. ETIOLOGI
Penyebab langsung dari tumor sebenarnya belum di ketahui namun ada beberapa hasil kajian penelitian menunjukkan bahwa :
-          Kelebihan nutrisi khususnya lemak
-          Hasil akhir metabolik dan bakterial
-          Sembelit
-          Infeksi, trauma, hipersensivitas terhadap obat
3. TANDA DAN GEJALA
-          Nyeri
-          Anoreksia, mual, lesu
-          Penurunan berat badan
-          Pendarahan
-          Adanya pembesaran pada organ yang ada tumor

4. PEMERIKSAAN PENUNJANG
-          Uji dubur digital
-          X – ray, USG
-          Sigmoidoscope
-          Fiber optik plexible scope
PENATALAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAAN
  1. PENGKAJIAN
§   Aktifitas/istirahat
Gejala  :
Malaise, perubahan pola istirahat/tidur terkait dengan nyeri, keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan ADL
§  Sirkulasi
Tanda :
Pucat, perubahan tekanan darah, takikardi (respon terhadap nyeri), pasase darah melalui area sekitar tumor misalnya melalui tractus GI
§   Integritas Ego
Gejala :
Ansietas, takut, perasaan tidak berdaya
Tanda  :
Menolak, perhatian menyempit
§   Eliminasi
Gejala  :
Dapat disertai perubahan eliminasi (tekstur feses bervariasi, dapat disertai konstipasi, distensi bila terdapat obstruksi/kompresi pada usus), perubahan eliminasi (Oliguria)
Tanda  : Menurnnya bising usus, dapat disertai haemmoroid
§   Makanan/cairan
Gejala  :
Riwayat diet tinggi lemak, anoreksia, mual, muntah, penurunan berat badan
Tanda  : Penurunan lemak subcutan/massa otot, kelemaahan
§   Nyeri/kenyamanan
Gejala  :
Nyeri dan rasa penuh pada perut
Tanda  :
Ekspresi wajah meringis, merintih, prilaku distraksi, nyeri tekan pada perut/distensi
§   Keamanan
Tanda  : Demam biasanya rendah
§   Penyuluhan/pembelajaran
Gejala  :
Riwayat penyakit inflamasi GI kronis, trauma
Rencana Pemulangan :
Memerlukan bantuan dan pengawasan dalam perawatan selama dirumah


  1. RENCANA KEPERAWATAN

 

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PRE OPERASI TU-ABDOMEN


NO
 DIAGNOSA
KRITERIA
RENCANA TINDAKAN
1
Nyeri b/d penekanan pada organ-organ retroperitoneal, ditandai dengan :

DS :
- Klien mengatakan nyeri pada daerah perut

DO : -
- Ekspresi wajah meringis
- Nyeri tekan pada perut

Klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang atau hilang dengan kriteria :
- Klien tidak mengeluh nyeri
- Ekspresi wajah ceria
- TTV dalam batas normal


- Kaji dan catat lokasi, durasi dan lamanya nyeri.
- R/mengetahui persepsi dan reaksi klien terhadap nyeri sebagai dasar yang efektif untuk intervensi selanjutnya.
-  Atur posisi yang menyenangkan R/ mengurangi penekanan yang dapat menimbulkan rasa nyeri.
-  Observasi TTV
- R/ dapat berubah akibat rasa nyeri dan merupakan indikator untuk menilai keadaan perkemba-ngan penyakit
-  Anjurkan klien melaku-kan relaksasi nafas dalam R/Dapat membantu relaksasi otot sehingga suplai O2 ke jaringan lancar ––> dapat mengurangi nyeri.
-  Anjurkan klien melakukan massage di sekitar daerah nyeri.
- R/ Membantu memblok rangsangan nyeri sehingga tidak di persepsikan ke otak
-  Penatalaksanaan pemberian obat analgetik sesuai program nyeri sehingga dapat berkurang/hilang

NO
DIAGNOSA
KRITERIA
RENCANA TINDAKAN
2
Kecemasan berhubungan dengan dengan keeping organ retroperitoneal, ditandai dengan :

DS :
- Klien selalu bertanya tentang penyakitnya

DO : -
- Ekspresi wajah tegang
- Gelisah


Kecemasan teratasi dengan kriteria :
- Ekspresi wajah ceria
- Klien tidak bertanya lagi tentang penyakit
- Klien mempunyai harapan untuk sembuh


-  Kaji tingkat kecemasan R/ memudahkan dalam tindakan selanjutnya
-  Berikan kesempatan pada klien untuk meng-ungkapkan perasaannya kepada perawat.
-  Beri dorongan spiritual (moril) R/ bahwa segala usaha yang dilakukan baik pengobatan maupun perawatan merupakan suatu usaha tetapi ada Tuhan YME.


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
RENCANA TINDAKAN



-  
3
Risiko gangguan pemenuhan nutrisi berhubundan dengan intake yang kurang, ditandai dengan :

DS :
-   Klien mengeluh mual
-   Klien mengatakan kurang nafsu makan

DO :
-    Intake kurang
-  Muntah (+)
-  Nampak lemah

Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan kriteria :
- Klien tidak mual dan muntah
- Intake adekuat
- Klien tidak lemah

-     Monitor intake makanan R/ Asupan yang adekuat mempengaruhi proses     penyembuhan.
-     Pemberian kalori yang adekuat dan makanan seimbang R/asupan kalori membantu tubuh dalam mempertahankan hemostasis.
-     Anjurkan klien untuk menghabiskan porsi makanannya.
-     R/ intake yang cukup dapat membantu dalam proses penyembuhan luka operasi dan membantu dalam memperbaiki keadaan umum klien.
-     Anjurkan klien makan dalam porsi kecil tapi sering
-     R/ makanan lebih mudah dicerna dan dapat membantu intake yang adekuat.
-     Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik dan bervariasi sesuai kebutuhan nutrisi klien.
R/ menambah selera makan klien untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi.
RENCANA KEPERAWATAN POST OP LAPARATOMY
NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
1
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungdan dengan terputusnya kontuinitas jaringan
Klien mengungkapkan rasa nyaman nyeri berkurang/hilang dengan kriteria :
- Klien mengeluh nyeri pada luka operasi
- Ekspresi wajah ceria
- Tanda-tanda vital (tekanan darah, suhu, nadi, pernafasan) dalam batas normal
- Hb dalam batas normal.
- Kaji dan catat lokasi,    durasi dan lamanya nyeri
Mengetahuai persepsi dan reaksi klien terhadap nyeri sebagai dasar yang efektif untuk intervensi selanjutnya.
- Beri posisi yang menyenangkan.
Mengurangi penekanan pada otot dan mencegah spasme otot yang dapat menimbulkan nyeri.
- Observasi tanda-tanda vital tiap 2 jam
Tanda-tanda vital dapat berubah akibat rasa nyeri dan merupakan indicator untuk menilai keadaan perkembangan penyakit.
- Anjurkan klien untuk melakukan relaksasi : nafas dalam.
Latihan nafas dalam secara perlahan-lahan dan teratur akan membantu relaksasi otot sehingga suplai O2 ke jaringan lancar, sehingga dapat mengurangi nyeri.
- Penatalaksanaan pemberian obat analgetik sesuai program.
Antianalgetik berfungsi untuk menghambat rangsangan nyeri agar tidak dipersepsikan, sehingga nyeri berkurang/hilang.

NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
2
Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri luka post operasi
Pola tidur teratasi dengan kriteria :
-   Klien tidur 7-8 jam.
-   Klien nampak ceria
-   Kaji pola tidur dan istirahat klien.
Mengetahui gangguan istirahat/tidur klien untuk menentukan intervensi selanjutnya.
-   Ciptakan lingkungan yang menyenangkan
Lingkungan yang tenang dapat memberikan ketenangan untuk tidur dan istirahat.
-   Anjurkan klien untuk banyak istirahat dan tidur yang cukup.
Tidur yang cukup dapat memberi rasa segar pada klien dan mempercepat proses penyembuhan

NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
3
Gangguan rasa nyaman panas berhubungan dengan proses peradangan
Rasa nyaman terpenuhi dengan kriteria :
-   Suhu tubuh teraba normal
-   Tanda-tanda vital dalam batas normal
-   Observasi tanda-tanda vital tiap 8 jam.
Vital sign dapat berubah karena adanya proses infeksi dan sebagai pedoman untuk menentukan intervensi selanjutnya.
-   Beri kompres dingin di dahi, ketiak dan lipatan paha
Pada kepala terdapat hipotalamus sebagai pusat termoregulator, sedangkan pada ketiak dan lipatan paha terdapat pembuluh darah besar.
-   Anjurkan minum yang banyak 1500-2000 cc/hari.
Untuk mengganti cairan yang hilang lewat penguapan/evaporasi
-   Penatalaksanaan pemberian obat antipiretik sesuai program
Antipiretik berfungsi untuk merangsang pusat termoregulator di hipotalamus sehingga tidak mempersepsikan panas.


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
4
Penurunan kemampuan rawat diri berhubungan dengan keterbatasan aktivitas.
Klien menunjukkan terpenuhinya kebutuhan rawat diri dengan kriteria.
-   Klien dapat berpakaian, mandi, BAB, BAK sendiri
-   Klien nampak segar
-   Kaji kemampuan pasien dalam ADL-nya
Untuk mengetahui sejauhmana bantuan yang diperlukan klien untuk memenuhi ADL-nya.
-   Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan mandi dan berpakaian.
Memungkinkan terpenuhinya kebutuhan mandi dan berpakaian agar klien dapat memberikan rasa segar dan nyaman.
-   Lakukan aktivitas ROM execise
Untuk melatih seluruh pergerakan otot dan mencegah terjadinya atropi otot.
-   Anjurkan klien untuk latihan duduk dan jalan.
Untuk melatih pergerakan otot dan klien tidak merasa jenuh berada ditempat tidur.
-   Menganjurkan klien untuk melakukan perawatan diri secara bertahap.
Perawatan diri secara bertahap dapat menumbuhkan kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene.


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
5
Gangguan pola eliminasi BAB : konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltic usus
Konstipasi tidak terjadi dengan kriteria :
-   Klien mengatakan dapat BAB dengan lancar
-   Peristaltik usus 15-35 x/mnt
-   Kaji pola eliminasi klien
Mengidentifikasi kebiasaan klien untuk memudahkan tindakan selanjutnya.
-   Anjurkan klien minum air 1500-2000 cc/hari
Intake cairan yang adekuat dapat meningkatkan keseimbangan antara absorbsi pada kolon dan asupan cairan, sehingga mencegah terbentuknya faeces yang keras.
-   Anjurkan klien banyak bergerak sesuai toleransi.
Pergerakan tubuh dapat mempengaruhi peristaltic usus untuk memperlancar BAB


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
6
Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik
Kebutuhan ADL-nya dapat terpenuhi dengan kriteria :
-   Klien dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bantuan orang lain
-   Keadaan umum baik
-   Kekuatan otot baik
-   Kaji kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mengetahui kemampuan klien dan dapat memenuhi kebutuhannya
-   Bantu klien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Bantu dan latihan yang teratur membiasakan klien melakukan aktivitas sehari-hari.
-   Anjurkan keluarga untuk kooperatif dalam perawatan
Keluarga dapat membantu dan bekerja sama memenuhi kebutuhan klien dan mempercepat proses penyembuhan.


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
7
Kecemasan berhubungan dengan koping tidak efektif
            Kecemasan teratasi dengan kriteria :
-   Ekspresi wajah ceria
-   Klien tidak bertanya lagi tentang penyakitnya.
-   Klien mempunyai harapan untuk sembuh.
-   Kaji tingkat kecemasan
Memudahkan dalam tindakan selanjutnya.
-   Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan mandi dan berpakaian.
Dengan demikian klien merasa lega karena bisa mengungkapkan perasaannya kepada perawat.
-   Beri dorongan spiritual (moril).
Bahwa segala usaha yang dilakukan baik pengobatan dan perawatan merupakan suatu usaha tetapi ada yang lebih berkuasa untuk menyembuhkan yaitu Tuhan YME.




NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
8
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan tirah baring yang lama..
Gangguan integritas kulit tidak terjadi dengan kriteria :
-   Tidak terjadi iritasi
-   Kelembaban kulit normal
-   Inspeksi terhadap perubahan warna, turgor dan vaskuler.
Menandakan area sirkuliasi buruk, kerusakan yang dapat menimbulkan decubitus
-   Jaga kebersihan kulit dan tetap kering.
Kulit yang kotor dapat menimbulkan rasa gatal sehingga timbul keinginan untuk menggaruk.
-   Ubah posisi klien kiri/kanan setiap 2-3 jam
Menurunkan tekanan pada edema, jaringan dengan perfusi buruk untuk menurunkan iskemia.
-   Anjurkan menggunakan pakaian katun longgar.
Mencegah iritasi dermal dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit.


NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
9
Risiko infeksi berhubungan dengan Proses invasih luka
Infeksi tidak dapat terjadi dengan kriteria :
-   Luka kering
-   Tidak ada tanda-tanda infeksi (Dollor, kalor, tumor, rubor dan fungsiolesa)
-   Tanda-tanda vital normal :
-   BP                :  100/70 mmHg
-   Pulse :  80 x/mnt
-   Suhu :  360C
-   RR    :  16-20 x/mnt 
-   Kaji tanda-tanda infeksi.
Mendeteksi secara dini adanya tanda-tanda infeksi untuk mengetahui perkembangan penyakit, sehingga dapat diberikan intervensi yang cepat dan tepat.
-   Melakukan tekhnik septic dalam merawat luka
 Mencegah terkontaminasinya kuman organisme penyebab infeksi baik melalui alat ataupun tangan petugas.
-   Pelaksanaan antibiotik
Antibiotik bersifat menghambat/membunuh kuman dan mempercepat proses penyembuhan.






NO
DIAGNOSA
KRITERIA
INTERVENSI
1
2
3
4
10
Risiko gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan intake kurang..


            Pemenuhan nutrisi dapat teratasi dengan kriteria .
-   Klien dapat mual dan muntah
-   Intake adekuat
-   Klien tidak lemah
-   Memonitor intake makanan
Asupan yang adekuat mempengaruhi proses penyembuhan.
-   Pemberian kalori yang adekuat dan makanan seimbang.
Asupan kalori membantu tubuh dalam mempertahankan hemostasis.
-   Anjurkan klien untuk menghabiskan porsi makanannya.
Intake yang cukup dapat membantu dalam proses penyembuhan luka operasi dan membantu dalam memperbaiki keadaan umum klien.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar